Cepat Sembuh Amah..

“Kalo memang harus di suntik, walaupun biaya sekali suntiknya mahal pun lakukan saja, yang penting Ika cepat sembuh” pesan amah kepada tanteku, waktu itu selama sebulan aku menjadi penghuni tetap di salah satu ruangan bercat merah muda lembut yang berbau khas medis itu, dengan penyakit awal indikasi demam berdarah dan typhus, penyakitku berkembang menjadi liver dan hepatitis c, sehingga memakan waktu penyembuhan yang lama sekali, sementara aku memikirkan bagaimana aku bisa keluar dari rumah sakit ini karena tabunganku belum mencukupi semasa itu, amah hanya berpesan tidak perlu khawatir, biaya di tanggung mereka semua yang penting ika cepat sembuh..

Sosok wanita tua itu tidak akan pernah kulupakan, kulit pipinya yang dingin lembut masih terasa di bibirku ketika aku menciumnya, dengan rambut putihnya yang mulai menipis, matanya yang sudah mulai rabun, kakinya yang mulai tidak kuat menopang tubuhnya sehingga dirinya harus dibantu kursi roda dan harus dipapah bila ingin berjalan tanpa kursi roda, omelan khasnya yang selalu ditujukan kepada diriku, tidak akan pernah kulupa sosok itu, sosok yang menyayangiku ( seharusnya ) sebelum akhirnya aku memilih jalanku sendiri.

Tidak bisa memenuhi keinginan beliau untuk meyakini kepercayaan yang sama membuat aku tersingkir dari keluarga ini, aku menyingkirkan diriku sendiri karena tidak tahan berada di bawah tekanan keluarga yang walaupun halus, tapi tetap seperti teror yang bisa menyerang diriku sewaktu2, dan aku akhirnya membuat sendiri kehidupanku, aku selalu ingin bertemu mereka tetapi dengan hijab di kepalaku, membuat aku selalu ragu untuk melangkah menyentuh rumah itu, tidak bisa dibayangkan bagaimana beliau akan memarahiku, bukan marahnya yang aku takutkan tapi kesehatan beliau, beliau sangat melarang diriku menggunakan kain penutup melindungi seluruh tubuhku sehingga hanya memperlihatkan bagian wajah dan tangan saja dan itu sudah di wanti2nya sedini mungkin dari aku kecil, aku takut kondisi kesehatannya yang naik turun akan memburuk karena shock melihat diriku.

04.30 am

Sms dari adeku “Amah masuk rumah sakit lagi ka, kamu di suruh pulang, tadi ada yang tanya nomor hpmu tapi aku ga kasih tau mereka”

Jantungku berdebar kencang, perasaan ini sangat tidak nyaman, aku bingung, takut, dan rindu sangat ingin melihatnya,ingin mengetahui kondisinya..

Aku menyayanginya, sangat menyayanginya, “Ya Allah, andai doa hamba bisa di terima untuk dirinya, hambamu mohon untuk diberikan kesempatan bertemu dirinya lebih lama lagi”

Selalu bertanya, mengapa keluarga kami di ciptakan dengan perbedaan yang sangat mendasar, baik kultur, agama, budaya, mengapa kami berbeda walaupun mengalir darah yang sama di diri kami.

“Tuhan menciptakan Cinta untuk dapat mempersatukan perbedaan” akankah itu terwujud..

“Kuatkan hambaMU ini ya Allah, semoga selalu berada dalam lindungan Dan hidayahMU, Aamiinn”

Masih merindukan kecupan lembut yang selalu aku berikan untuk beliau..

Cepat Sembuh Amah…

Advertisements
Published in: on August 26, 2010 at 9:15 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://stilltrytowrite.wordpress.com/2010/08/26/cepat-sembuh-amah/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: