Short Message Service ( SMS )

Setelah melakukan sedikit aktivitas yang lumayan membakar emosi dan kalori ini, Dia menikmati kesendirian sesaatnya dengan menonton sebuah drama komedi romantis di salah satu saluran televisi yang acaranya hanya di penuhi oleh film2 box office yang rata2 berdurasi 2-3 jam itu, “lumayan membunuh waktu senggang” fikirnya ,matanya tertuju kearah cahaya yang berasal dari ponselnya, layarnya berkedap kedip tanpa menimbulkan suara, dilihatnya sebuah nomor tanpa nama, dia memang tidak hapal secara lengkap nomor tersebut,tapi dirinya tahu suara siapa yang akan didengarnya bila telepon tersebut diangkat dan akhirnya dia memutuskan membiarkan saja sampai layar di hpnya kembali meredup..

Pukul 11.15 WITA, kembali cahaya di hpnya berkedap kedip, masih tidak bosannya nomor itu kembali menghubungi dirinya, dan tanpa perlu cape2 memikirkan akan di angkat atau tidak, hp tersebut menolak sendiri telepon tersebut dikarenakan baterai yang dari semalam sudah melemah itu menyerah untuk menahan kelangsungan hidupnya lebih lama lagi..

Pukul 16.30 WITA, bunyi sms mengejutkan dirinya dari tidur siang panjangnya, terlalu lelah setelah akhirnya menghabiskan sisa waktunya dengan membersihkan rumahnya, membuatnya terbangun dengan tidak bersemangat,di ceknya kembali hp yang masih melekat pada kabel chargernya, rupanya selama tertidur nomor itu masih juga menghubunginya, dan mungkin menyerah karena tidak pernah diangkat, akhirnya nomor tersebut hanya mengirimkan sebuah pesan pendek..

” aku mencintaimu sebelum orang lain mencintaimu”

membaca dalam hati, dan terdiam sejenak, bingung, entah karena masih mengumpulkan nyawa setelah tidur sepanjang hari, atau…

mengarahkan jempolnya ke arah reply dan memainan jari jemari lentiknya di tuts2 abjad yang tersusun rapi, mengetik sebuah pesan yang kurang lebih sama pendeknya..

” dan kau meninggalkanku sebelum orang lain mencintaiku”

send….

jangan pernah disesali, itu keputusanmu..

Advertisements
Published in: on October 3, 2010 at 11:12 am  Leave a Comment  

Janji..

Agustus 2009,

Tetes air hujan itu berhasil menghentikan perjalanan sepasang muda mudi dan membuat mereka harus berdiri beberapa saat di sebuah ruko yang sedang tutup, paling tidak mereka lebih memilih menikmati hujan dengan menunggu, daripada harus berbasah2an di jalan.

Si wanita nampak pucat, bersender di bahu si pria, terlihat masih kurang sehat, dan si pria sambil bercanda berusaha menenangkan perasaan wanita dengan menggenggam tangannya..

“Maafkan aku, makasih sudah setia menemani, kumohon sabar sedikit lagi ya, aku janji…” entah mungkin terbawa suasana si pria memulai pembicaraan yang cukup serius.

“Jangan berjanji, kita ga akan tahu apa yang akan terjadi” wanita itu menjawab dengan lemah..

Juni 2010, si wanita masih sibuk memainkan jari2nya pada keyboard hitam netbooknya, di iringi nyanyian hujan yang masih setia menemaninya, sendiri…

Si Pria, mungkin masih sibuk membuat janji yang sama pada wanita yang berbeda…

Published in: on June 30, 2010 at 2:49 am  Leave a Comment  

Untitled..

Wajah cantikmu,kulit indahmu atau rambutmu yang tertata rapi, tidak bisa menjadi jaminan untuk mejadi seseorang yang dicintai, dikagumi, dan disenangi banyak orang. Senyum, tawa, dan uluran tanganmu bagi sesamalah yang akan mejadikanmu istimewa…
Published in: on April 11, 2010 at 9:41 am  Leave a Comment