Still with the same question…

Jika Tuhan menemukanmu dan diriku dengan jalan seperti ini, apakah ini salah…

.

.

.

.

Aku tahu, tidak ada maksud awalmu untuk mempermainkan dia,

begitu juga dengan diriku, tidak pernah aku bermaksud merebut dirimu dari dirinya..

berusaha menghindarimu semampu diriku bisa, namun apa daya…

Gejolak perasaan dalam diriku semakin menjadi- jadi merindukan sosokmu

Ketika kau membalas perasaanku…

Aku bukannya dengan sengaja menjatuhkan diriku dalam pelukan hangat cintamu,

susah payah aku menghapus bayanganmu dari pikiranku, tapi perasaan ini tidak mampu lagi aku tolak.

Setiap saat menggumamkan pelan kata2 rindu padamu, berusaha suaraku tidak  sampai terbawa oleh angin hingga terdengar oleh dirimu..

sampai pada akhirnya aku tidak sanggup mengingkari rasa rinduku padamu

Aku benar2 tidak mampu menolakmu hadir dalam hidupku.

.

.

.

Hanya bisa terdiam….

Masih memikirkan pertanyaan yang sama…

“Siapa yang bisa menyalahkan orang jatuh cinta?”

Advertisements
Published in: on August 23, 2010 at 9:05 am  Leave a Comment  

Merindukannya…

Aku selalu merindukan ketika tangan lembut itu membopongku, mendekapku kedalam dadanya sehingga membuatku terbuai lelap dalam pelukannya, atau ketika kepala ini kuletakan dengan manja di pangkuannya, wajahnya dengan lembut menatapku, belaiannya begitu menenangkan walau dirinya terlihat lelah, hingga sampai saat ini tidak akan pernah ada yang bisa menggantikan posisinya dihatiku..

Saat aku terjatuh, dengan sabar dia berusaha menolong membantuku untuk berdiri kembali,masih kuingat wajah sedihnya ketika kami dibatasi bertemu terlalu lama, saat dia berusaha memberikan perhatiannya padaku yang sedang terkulai di salah satu ruangan bangunan putih yang khas dengan aroma medis itu, kulihat wajahnya harus menahan kepedihan ketika seseorang melarangnya terlu lama dekat denganku, “cepat sembuh ya, insyaAllah nanti datang lagi” bisiknya sambil mendaratkan kecupan lembut dikeningku.

Merindukan hangat dan sesetia dirinya menemaniku setiap saat dimana aku meronta kesakitan, dimana hanya pelukmu dan belaianmu yang bisa menjadi penawarnya, engkau selalu ada di setiap saat, kala bahagia, kala air mata mulai berderai
Merindukan doa-doa yang selalu kau ucapkan dimanapun aku berada,
Walaupun dirinya jauh dariku aku tahu kasih sayangnya tak akan pernah luntur padaku

Ya Ilahi, diri ini tak pernah akan sanggup membalas cinta dan kasih sayangnya. Sejuta maaf tak kan bisa menebus dosa hamba padanya… Hanya cinta dan kasih sayang-Mu yang sepadan sebagai balasan cinta dan kasih sayangnya…

Aku merindukannya..

Ibu…

Published in: on June 30, 2010 at 2:55 am  Leave a Comment  

Untitled

Cairan kental berwarna merah pekat masih bisa terlihat walau tidak ada cahaya sama sekali yang menerangi ruangan itu, bau anyirnya mulai menyengat, mengalir melalui sela2 kulit kaki putih bersihnya yang tergeletak tak berdaya di lantai yang terbuat dari kayu itu..

Sebulan sebelumnya…

“aku telat” pesan singkat itu terkirim ke sebuah nomor di seberang sana setelah putus asa, berusaha untuk kesekian kalinya menghubungi langsung nomor yang sudah dihapal di luar kepalanya itu , menunggu sebuah balasan yang berharap bisa menolongnya dari entah mimpi buruk atau justru sebenarnya mimpi indah yang belum saatnya tiba..

semenit, dua menit, setengah jam, satu jam, setengah hari, hingga satu hari dihabiskan hanya untuk menunggu balasan dari pesan yang dia kirimkan melalui telepon genggamnya, mengapa susah sekali mengetik sebuah kalimat, bukankah hanya menggabungkan 26 huruf dan 10 angka, untuk merangkaikan sebuah kalimat sebagai jawaban, pikirannya berkecamuk tak karuan.

matanya tidak dapat lagi menahan bendungan yang sudah dia tahan beberapa hari ini,” tolong berikan aku jawaban, jangan diam seperti ini” dikirimnya lagi pesan singkat itu..

*** sms tone***

dengan tergesa2, sambil berharap2 cemas gadis itu membuka inbox di handphonenya..

sender : +6281158*****

“maafkan aku, aku harus berbuat apa, aku tidak siap, tidak seharusnya ini terjadi, aku mohon, aku menyayangimu tapi aku belum siap,
aku pasti datang, sabarlah, aku sedang mencari jalan keluar untuk ini semua, kumohon jangan membenciku, aku menyayangimu”

sore itu di tengah hujan yang mredam jeritan gadis itu, masih tercium bau anyirnya cairan itu, tidak ada kata yang bisa terucapkan, matanya sudah terlalu lelah untuk mengeluarkan cairan bening yang membanjiri wajahnya sedari tadi, suaranya hilang menahan rasa sakit yang barusan dia alami,

“maaf, cuma ini jalan keluar yang bisa kulakukan, pasti sakit sekali, maafkan aku” suara berat di sampingnya merasa bersalah, & entah raut wajah itu menggambarkan sebuah penyesalan atau justru sebuah kelegaan…

Si gadis masih terkulai lemah, “sakit ini masih bisa kutahan, tapi… sakit di hati ini tidak akan pernah terlupakan” tangannya masih saja meremas kain yang melekat di dadanya, air matanya mengalir lagi bersama hujan yang ikut menangis bersamanya…

Published in: on June 30, 2010 at 2:55 am  Comments (2)  

Janji..

Agustus 2009,

Tetes air hujan itu berhasil menghentikan perjalanan sepasang muda mudi dan membuat mereka harus berdiri beberapa saat di sebuah ruko yang sedang tutup, paling tidak mereka lebih memilih menikmati hujan dengan menunggu, daripada harus berbasah2an di jalan.

Si wanita nampak pucat, bersender di bahu si pria, terlihat masih kurang sehat, dan si pria sambil bercanda berusaha menenangkan perasaan wanita dengan menggenggam tangannya..

“Maafkan aku, makasih sudah setia menemani, kumohon sabar sedikit lagi ya, aku janji…” entah mungkin terbawa suasana si pria memulai pembicaraan yang cukup serius.

“Jangan berjanji, kita ga akan tahu apa yang akan terjadi” wanita itu menjawab dengan lemah..

Juni 2010, si wanita masih sibuk memainkan jari2nya pada keyboard hitam netbooknya, di iringi nyanyian hujan yang masih setia menemaninya, sendiri…

Si Pria, mungkin masih sibuk membuat janji yang sama pada wanita yang berbeda…

Published in: on June 30, 2010 at 2:49 am  Leave a Comment  

Aku ada rasa denganmu..

Genggaman tangannya tidak bisa lagi kurasa tulus, seperti ada rasa menyeruak masuk kedalam rongga hati, desirannya menimbulkan suatu getar di dada, apa aku harus menelan ludahku sendiri bahwa rasa persahabatan yang kubilang bisa kupertahankan itu ternyata berubah…

“tidak ada persahabatan murni antara pria & wanita mba” temanku mengingatkan kembali…

aku masih juga menyanggahnya karena  aku  mempunyai beberapa sahabat pria dan nyatanya kami masih bersahabat sampai sekarang, malah aku berhasil menjodohkan salah satu dari mereka dengan sahabat wanita ku lainnya sehingga mereka sampai juga di pelaminan.

tapi belakangan ini, aku benar2 hanyut dalam sosok itu, sosok yang hampir selalu menemaniku di saat waktu senggangku, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan dengan perasaanku ini, karena di satu sisi dia sudah punya teman wanita, bila aku jujur & ternyata ini hanya perasaanku saja, kemungkinan dia bakal menjauh, hubungan ini bakal tidak senyaman sebelumnya lagi.

Secara sadar tidak sadar aku tahu perasaanku ini salah, hatinya sudah ada yang memiliki, akupun berusaha mengendalikannya & entah apa aku bisa…

tidak ada yang bisa menyalahkan orang jatuh cinta….

“kalo kamu beneran suka & sayang sama dia, kamu harus jaga jarak che, lain halnya bila dia sudah tidak punya pacar, setidaknya itu mengurangi rasa bersalah kamu, kamu harus  jelaskan ke dia che” wejangan dari salah satu sahabatku

Aku harus bagaimana, bukankah jodoh Tuhan yang mengatur, bila aku akhirnya dipertemukan dengannya bukankah itu juga jalan Tuhan, walau aku tidak tau jalan cerita ini berakhir seperti apa…

“Maafkan aku teman, aku sungguh tidak bisa mengembalikan persahabatan ini murni seperti kemarin, karena maaf, aku sudah ada “rasa” denganmu..

Published in: on June 7, 2010 at 9:21 am  Leave a Comment  

Diam…

Kosong..

Hening..

Sunyi..

Sendiri..

Gelap..

Diam, & hanya bisa terdiam

Oh Tuhan..

Mata ini menangis lagi..

Published in: on May 12, 2010 at 1:16 am  Leave a Comment  

lihat saja nanti..

gelap,

kerinduan hilang di telan malam,

bahkan di dalam mimpipun masih tidak dapat terlihat..

hampa,

masih tetap merajai posisi di hati

masih sombong tidak mau membiarkan sesosok asa masuk menghampiri..

sedih,

masih tetap hadir walau sering datang dengan malu2..

tidak ingin terlihat hanya bersembunyi di balik hati..

Asa,

masih terus berusaha, tetap berusaha & tak akan pernah menyerah

walau harus berhadapan dengan kehampaan,

dia tau suatu saat dialah yang akan memberikan cahaya

hingga

gelap itu tidak akan selamanya gelap

sedih itu tergantikan dengan bahagia

dan hampa tidak lagi berani menunjukan keangkuhannya..

ditemani dengan senyum…

yang bernjanji dia akan selalu ada

dalam suka maupun duka…

bersabarlah manis…

Lihat saja nanti…

dunia akan tersenyum bersamamu…

Published in: on May 10, 2010 at 5:16 am  Comments (3)  

Doaku..

God….

I don’t ask to much..

Please, make my day happier, happier & happier everyday

Amin…

Published in: on April 11, 2010 at 9:41 am  Comments (6)  

Untitled..

Wajah cantikmu,kulit indahmu atau rambutmu yang tertata rapi, tidak bisa menjadi jaminan untuk mejadi seseorang yang dicintai, dikagumi, dan disenangi banyak orang. Senyum, tawa, dan uluran tanganmu bagi sesamalah yang akan mejadikanmu istimewa…
Published in: on April 11, 2010 at 9:41 am  Leave a Comment  

Krisis Pede ( I hate dentist )

Minggu siang, sambil menikmati hari libur dengan Yuyun teman satu kost, sambil malas2an di kost &  menonton tayangan favorite kami berdua sambi menghabiskan jatah cemilan apa saja yang tersisa di kamar tiba2

“awwwww” teriaku ketika menggigit beberapa kacang yang ternyata cukup alot

“napa mba” kata yuyun kaget..

“Oh my God, jangan sampai ini” kataku khawatir tanpa menghiraukan pertanyaan Yuyun

“napa sih mba” Yuyun masih saja keheranan

Aku langsung menuju ke depan kaca, dan membuka sebagian mulutku sambil meringis ” bener kan Yun, tambalannya lepas, tuhkan gigi depan pula, ini bekas yang dulu jatoh trus retak gigi depannya”

“mana sih mba, orang ga keliatan juga” kata Yuyun

“apanya ga keliatan, ada jendelanya gini jadinya gigiku”jawabku sedikit histeris

“ya udah mba, tambal lagi” sarannya

“aku benci dokter gigi, soalnya aku pernah dapat dokter yang kasar banget tambalannya sampe lepas berkali2, mana mahal pula”

“ya udah mba, tapi ga keliatan kok asal mba ga buka mulut lebar2 hahaha” katanya sambil ngolok

“Beneran Yun, untuk sementara ga dulu deh, sampai keberanian udah ngumpul he2..”

“Alasan..” kata yuyun

Alhasil sampe sekarang ga bisa ketawa lepas kalo depan umum, he2..

Uuhhh “krisis pede”

Published in: on March 29, 2010 at 8:05 am  Leave a Comment